Kamis, 01 Mei 2014

Klien dalam konseling



KLIEN DALAM KONSELING

Sebagai individu, klien memiliki aspek-aspek psikologis yang sama dengan konselor punya pribadi, sikap, kecerdasan, perasaan dan seterusnya. Namun dalam statusnya pada situasi konseling, klien memiliki banyak kekhasan yang harus dipertimbangkan oleh konselor ketika bekerja dengan klien. Kekhasan klien yang mempunyai implikasi penting dalam konselingitu dapat dicakup dalam: ikhwal perkembangan individunya, citra-dirinya, dan kebutuhannya.
Agar dapat sukses dalam konseling orang memerlukan kemampuan yang dapat mengekpresikan diri dan menemukan insight yang dapat membantunya untuk lebih memahami dirinya dari percakapannya dengan konselor. Untuk itu diperlukan peran intelegensi untuk mengolah masukan yang diperolehnya, memerlukan kemampuan untuk menganalisis dan melakukan sintesis terhadap masukan-masukan yang diperoleh. Oleh karena itu, klien yang akan masuk ke dalam konseling memiliki beberapa cirri diantaranya:

1.    Konsep Daya Psikologis
            Konsep daya psikologis mempunya tiga dimensi yaitu pemenuhan kebutuhan, kompetensi intra pribadi dan kompetnsi antar pribadi. Dimensi pemenuhan kebutuhan merujuk kepada kekuatan psikis yang diperlukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup agar dapat mencapai kualitas kehidupan secara bermakna dan memberikan kebahagiaan . Dimensi kedua daya psikologis berkenaan dengan kompetensi-kompetensi intra pribadi yaitu kekuatan-kekuatan yang diperlukan dalam menghadapi tuntutan yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Dimensi ketiga daya psikologis adalah kompetensi-kompetensi antar pribadi yaitu kekuatan psikis yang berkenaan dengan hubungan bersama orang lain dalam keseluruhan kehidupan dan interaksi dengan lingkungan. [1]

2.    Pemenuhan Kebutuhan
Orang pergi ke konseling berkaitan erat dengan masalah pemenuhan kebutuhan. Ada beberapa macam kebutuhan yang terkait dengan konseling, yaitu:
a.      Memberi dan menerima kasih sayang
Memberikan kasih sayang merupakan satu kebutuhan yang apabila gagal dinyatakan secara tepat dapat menimbulkan gangguan psikologis. Bila orang mampu memberikan kasih sayang kepada orang lain, ia akan merasakan kenikmatan dari dampaknya dan merasakan lebih menyayangi dirinya sendiri. Sebaliknya orang yang tidak mampu memberikan kasih sayang akan menjadi frustasi, merasa terisolasi, tidak berguna dan kegersangan emosional.
Konselor dapat membantu orang menemukan hambatan dalam pemenuhan kebutuhan ini. Jika masalah primernya berada dalam diri klien, konselor dapat membantunya menemukan asumsi atau perasaan apa yang menghambat pemenuhan kebutuhan itu. Bila masalah dasarnya terletak dalam ketidak-mampuan atau ketidak-inginan untuk memberikan atau menerima kasih sayang, konselor dapat membantu klien bertindak untuk menemukan alternative. Konseling dalam kaitan dengan kebutuhan ini, harus dapat berlangsung dalam suasana yang bersifat efeksional dalam arti terciptanya suasana saling memberi dan menerima kasih sayang antar konselor dengan klien.

b.      Kebebasan
Orang yang kurang memperoleh pemuasan kebutuhan kebebasan cenderung akan menjadi robot dalam pekerjaan, menjadi pelayan atau pembantu dirumah dan menjadi peminta belas kasihan di lingkungan teman-temannya. Makin berkurang menikmati rasa kebebasan makin besar ketergantungannya kepada pihak lain dan pada gilirannya dapat menimbulkan gangguan-gangguan psikologis. Sebagian orang merasakan tidak mengalami kebebasan desebabkan karena adanya kekeliruan asumsi bahwa mengorbankan kebebasan merupakan tanda-tanda cinta, dengan demikian makin meningkatkan cinta, makin besar pengorbanan kebebasan pribadi. Konselor mempunyai dua peranan dalam membantu klien menghadapi kecemasan karena hubungan dengan orang lain, yaitu pertama konselor mengeluarkan klien dari penjara kekeliruan asumsi, kedua konselor membantu klien dalam memperbaiki hubungan dengan orang lain.
c.       Memiliki kesenangan    
Kesenangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan mempunya peranan erat terhadap kesehatan psikologis. Pada anak-anak kebutuhan ini menempati prioritas utama tetapi banyak orang dewasa yang menganggap bahwa kesengan hanya merupakan cirri anak-anak dan bukan merupakan cirri orang dewasa.
Orang yang mencari konseling pada umumnya berkenan dengan kesenangan yang dirasakan  tergantung karena berbagai perasaan seperti rasa takut, rasa sakit, rasa berdosa, dsb. Hal itu timbul karena hubungan dengan orang lain atau hal-hal lainnya.
Konselor dapat membantu klien dengan mengenal pentingnya kesenangan dan memahami bagaimana rasanya kehilangan kesenangan dalam hidup. Selanjutnya konselor membantu klien untuk memperbaikinya dengan mengembangkan kompetensi yang dapat menunjang diperolehnya pengalaman yang menyenangkan.

d.      Menerima rangsangan (Stimulus)
Pada dasarnya orang membutuhkan sejumlah variasi dan perubahan yang sehat dalam hidupnya. Mereka membutuhkan pengalaman yang merangsang hubungan dan tantangan baru untuk menjaga kehidupan yang baik. Mereka secara sadar memanfaatkan waktu untuk mendapatkan pengalaman yang baru dalam persahabatan, pekerjaan, dan kehidupan lainnya. Orang yang mengalami gangguan dalam kebutuhan ini akan membenamkan diri dalam kegiatan-kegiatan rutin yang kemudian dapat mengganggu kondisi psikologisnya.
Konselor dapat memperkenalkan kepada klien pentingnya merangsang dan membantu mereka mengembangkan tilikan, keterampilan dan keberanian untuk menghadapi sikap apatis dan tidak terkait dengan kehidupannya. Konselor juga dapat mengembangkan satu pengalaman yang memberikan satu rangasangan selama proses konseling berlangsung.
e.       Perasaan mencapai prestasi
Orang membutuhkan untuk melihat hal positif dari usaha-usaha yang telah dilakukannya. Bila orang melihat dampak positif dari apa yang dilakukannya maka ia akan merasakannya kepuasan dan sebaliknya rasa tidak behasil dari usahanya dapat menimbulkan kekeceewaan yang pada gilirannya dapat mengganggu kesehatan psikologisnya.
Konselor dapat membantu klien dengan mengenal kekurangan kompetensi yang menyebabkan rasa tidak behaasil dan kemudian mengembangkan kompetensi-kompetensi yang tepat untuk lebih efektif.    



[1]

0 komentar:

Posting Komentar

 
;